TENTANG FIRASAT NEGATIF INI
Gelap sudah hati ini, tak lagi terisikan cahaya-cahaya yang kau sinari waktu itu. Kini aku tergambar mutlak sebagai malam yang malu berwujud pagi, atau mungkin sebaliknya.
Sudah 5 bulan (mungkin lebih) aku menjalani fase yang kunamakan "pe-renggang-an" bersama dia. Dimana hari-hariku adalah berdiri dibawah langit penuh belati yang siap menghujaniku kapanpun aku berfirasat negatif tentangnya.
Ya.awalnya mungkin terbilang wajar ketika mengkhawatirkan pasangan ketika kita tak bersamanya,disini dan disana. Akan tetapi fase ini mulai tak wajar,tak mengenal waktu, hari-hari yang biasa kami gunakan sebagai "ketemuan" untuk sekadar menanyakan kabar (mungkin) sudah tak ada lagi. Handphone pun tak berfungsi sebagaimana mestinya.
Dan lebih buruknya,ini berimbas ke salah satu temanku. Ya,dia menjadi korban firasat negatifku. Alhasil akulah yang terpojok,tersudut dari tembok yang kubuat sendiri. Lalu muncul cahaya redup yang menuntunku untuk bangun menghadapi kenyataan. Berbagai keputusan kubuat sudah untuk menutup kemungkinan munculnya firasat-firasat buruk ini,seperti ;
1. Toh itu sudah menjadi sifat permanennya, gadis yang mudah mencair disegala medan
2. Jika ada kasus, salahkan diriku,dia,lalu lelaki itu
3. Kubangun (lagi) tembok setebal mungkin, jika itu sampai fisik akan kurobohkan tembok ini dan berganti menyerang.
Lalu tiba saatnya mencari hiburan!! wuuuuuuuuiiw...!!!!
Mungkin ini adalah cara yang mujarab bagiku untuk mengenyahkan segala firasat buruk tadi, yaitu dengan cara nonton film sebanyak mungkin. Dari mulai film bergenre aksi sampai drama komedi. Alhamdulillah Puji Tuhan aku menemukan film yang benar-benar cocok untuk ditonton. Terputarlah "Ruby Sparks" (googling lebih detailnya) yang pas sekali dengan momenku saat itu. Dan menghabiskan waktu dengan teman-teman adalah momen yang jarang ketika awal kami memulai hubungan ini.
Kekhawatiran mungkin sudah banyak hilang sampai saat ini, tapi kenapa? kotak yang sudah rapat-rapat kututup masih saja bisa dimasuki oleh firasat buruk ini? namun aku percaya bahwa ini adalah cinta. Dan semoga saja dia masih menyimpannya.
Sebenarnya aneh juga sih, kenapa sampai segininya kupikirkan hal ini, tapi mau bagaimana lagi?sudah setengah badan aku masuk kedalam air. Akan menjadi sia-sia bila kuakhiri semua ini.
*adik-adik dirumah yang udah punya pacar jangan sampe pacaran kayak gini yah?sayangi masa muda kalian,berbahagialah
samlekum
tergosong,
bambenx

Tidak ada komentar:
Posting Komentar